Senin, 27 April 2009

Pengambilan Minyak Atsiri dengan Ekstraksi

Ekstraksi adalah pemisahan campuran menjadi komponen-komponen penyusunnya berdasarkan beda daya larut komponen tersebut dalam pelarut yang digunakan. Cara pemungutan dengan ekstraksi ini lebih menguntungkan dari segi pemanfaatan energi yang lebih rendah karena dapat dilakukan pada suhu yang relatif rendah. Selain itu, juga dapat digunakan untuk pengambilan minyak atsiri dari tumbuhan yang tidak tahan panas. Pengambilan minyak atsiri dengan ekstraksi dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu ekstraksi dengan menggunakan pelarut (solvent extraction) dan ekstraksi superkritis dengan menggunakan CO¬¬2.
1. Ekstraksi menggunakan pelarut
Pada ekstraksi menggunakan pelarut dilakukan untuk proses padat-cair (leaching) dengan cara meletakkan padatan dengan pelarut. Pelarut yang digunakan adalah pelarut organik seperti n-heksana. Operasi ini dapat menghasikan minyak atsiri dengan yield tinggi dan biaya murah. Ekstraksi dilakukan dengan cara mengontakkan pelarut organik dengan bahan baku sehingga akan melarutkan minyak atsiri. Kemudian solvent tersebut dapat dipisahkan dengan minyak atsiri sehingga dapat diperoleh minyak atsiri. Ekstraksi ini juga memiliki kekurangan, yaitu adanya sisa pelarut dalam minyak atsiri dan ini dapat menimbulkan efek samping (Wilson, 1995).
2. Ekstraksi superkritis menggunakan CO2
Ekstraksi superkritis menggunakan CO2 yaitu ekstraksi dengan menggunakan karbon dioksida pada tekanan yang sangat tinggi untuk memungut minyak atsiri. Cara kerjanya adlah sebagai berikut.
Tumbuhan ditempatkan dalam tangki stainless stell, tangki ditutup rapat dan gas CO2 diinjeksikan ke dalam tangki sampai tekanan dalam tangki sangat tinggi. Pada tekanan yang sangat tinggi, CO2 berubah fasa menjadi cair dan dapat berperan sebagai pelarut minyak atsiri dari tumbuhan. Bila tekanan diturunkan CO2 akan berubah fasa menjadi gas sehingga dengan mudah terpisahkan dari minyak atsiri, maka akan diperoleh minyak atsiri yang murni. Ekstraksi superkritis dengan menggunakan CO2 dapat menghasilkan minyak atsiri yang lebih segar, bersih dan kering. Berdasrkan kajian-kajian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa ekstraksi menggunakan CO2 sangat potensial dan memiliki banyak keuntungan. Ekstraksi ini juga dilakukan pada suhu rendah, sehingga dapat digunakan untuk berbagai tumbuhan, yang tidak tahan suhu tinggi. Ekstraksi ini memiliki yield yang tinggi (Wilson, 1995).

8 komentar:

  1. sebaiknya dilengkapi dengan gambar agar tampilannya lebih menarik....

    BalasHapus
  2. ni mah praktikum ya...
    comment balik ya ke ekstraksi-zone.blogspot.com(yang di copian tulisannya salah, trz klik AcuTech Consulting Group / Process Safety yang ada di blokQ bagian atas plz..

    BalasHapus
  3. wah fa,, terinspirasi dari praktikum ya????
    cinta banget seh kamu ma praktikum????

    BalasHapus
  4. jangan-jangan mw jadi asisten praktikum ya?
    artikel ini terinspirasi dari praktikum kan?

    BalasHapus
  5. wuihh...praktikum....
    perlu minta revisi dari asistan g...?

    BalasHapus
  6. lha CO2 nya dapat dari mana??
    ngambil dari udara gitu,. y bagus lah sekalian ngurangi emisi CO2.

    BalasHapus
  7. obsesi: asisten atsiri
    hahahaha,,,
    calon pengganti mbak dina-mas gunyu taun depan ni,,,
    XD

    BalasHapus